Article

Kisah Inspiratif 3 WNI tentang Kehidupannya saat di Taiwan

kisah wni

Date : 29 Apr 2019

Seperti yang banyak kita ketahui bahwa Indonesia memiliki hubungan yang sangat baik dengan negara-negara asia lainnya. Salah satunya yang memiliki ikatan erat dengan Indonesia adalah Taiwan. Beberapa kerjasama di bidang politik, pendidikan, pertanian, dan kebudayaan adalah sebagian kecil dari upaya menciptakan hubungan yang baik untuk keduanya.

Tidak hanya kerjasama di bidang itu saja, negara Taiwan adalah salah satu negara yang menjadi tujuan terbesar bagi tenaga kerja Indonesia (TKI). Menurut keterangan berbagai badan nasional yang berjalan di bidang tenaga kerja, bahwa negara Taiwan berada pada posisi kedua sebagai tujuan terbesar bagi tenaga kerja Indonesia setelah Malaysia.

Pada tahun 2018-2019 jumlah TKI yang ada pada Taiwan menyentuh angka 270 ribu orang lebih. Banyaknya angka TKI yang ada di Taiwan dikarenakan Taiwan adalah salah satu negara yang ramah untuk ditinggali. Hal tersebut yang menjadi alasan TKI memilih negara Taiwan untuk bekerja.

Namun banyaknya permasalahan yang dialami oleh para pahlawan devisa ini memang tidak semudah yang dibayangkan, mulai dari kasus penyiksaan dan tidak diberikannya gaji oleh majikan sering kita dengar di media cetak maupun media sosial.

Walaupun begitu nyatanya tidak semuanya mengalami permasalahan yang sama semacam ini. Masih banyak para TKI dan warga negara Indonesia yang berprestasi dan memberikan inspirasi bagi banyak orang. Oleh alasan inilah yang membuat pihak Taipei Economic and Trade Office (TETO) mengadakan sebuah acara inspiratif untuk mendengar para WNI yang sedang tinggal di Taiwan.

Dalam acara yang bertemakan “Taiwan dan Saya”, TETO mendatangkan tiga wanita asal Indonesia dari latar belakang yang berbeda-beda. Tiga wanita yang menjadi bintang tamu adalah Hesti yang menjadi imigran baru di Taiwan karena menikah dengan wanita lokal, Pindy seorang TKW, dan Claudia Syanny yang menjadi guru bahasa Mandarin dan seorang pengusaha.
 

Kisah inspiratif pertama dari Pindy

Pindy menjadi TKW yang juga terkenal gigih dan rajin saat bekerja. Selama tinggal di Taiwan, keseharian dari Pindy adalah membuat berbagai kerajinan tangan salah satunya adalah boneka lilin. Pindy pun berkata ”Untuk mengisi waktu luang, saya mempelajari cara membuat boneka dan miniatur CLAY (Boneka Lilin Karet)” ujarnya saat membagikan pengalaman hidupnya dalam acara “Taiwan dan Saya” di kantor TETO yang bertepatan di Jakarta pada Kamis 7 Desember 2017.
 

“Miniatur ini merupakan hasil karya yang memadukan kedua keterampilan tradisional dari Taiwan dengan karakteristik Jawa” ujarnya.
 

Selama tinggal di Negara Taiwan, Pindy tidak hanya mengerjakan tanggung jawabnya sebagai tenaga kerja namun juga memanfaatkan kesempatan ini untuk mempromosikan kebudayaan asal Indonesia ini. Siapa yang menyangka ternyata produk ini laku di pasaran, banyak warga lokal yang tertarik kerajinan yang dibuat oleh Pindy. Jika selama ini para warga lokal tau bahwa boneka Clay dari Taiwan, kini mereka dapat memiliki yang versi Indonesia.
 

Kisah Inspiratif Kedua dari Chou Si-yu

Tidak hanya Pindy saja yang memiliki pengalaman menarik saat tinggal di Taiwan, tetapi juga ada Hesti yang juga sudah tinggal lama di Taiwan. Hesti yang kini memiliki nama Chou Si-yu ini sudah menetap di Taiwan sejak lama yakni selama 10 tahun lebih dan telah menikah dengan pria asal Taiwan. “Pada mulanya saya bingung dengan kegiatan yang harus saya lakukan, untuk itulah saya tidak mau diam. Harus ada sebuah gebrakan yang saya perbuat dan lakukan” ujar hesti saat di wawancarai.
 

“Untuk itulah saya mengisi waktu luang dengan grup teater anak. Lewat kegiatan inilah jaringan saya mulai terbuka dan bergabung dengan salah satu NGO bernama Global Worker Organization” tambahnya.
 

Global Worker Organization adalah sebuah pelatihan ilmu kejuruan dan keterampilan yang diadakan khusus untuk para imigran di Taiwan, salah satunya adalah Indonesia. “Segala bentuk program yang kami lakukan di GWO tujuannya untuk membantu orang Indonesia yang tinggal di Taiwan” ujarnya.
 

Kisah Ketiga dari Claudia Syanny

Wanita asal Indonesia lain yang juga menginspirasi dan berprestasi di Taiwan adalah Claudia Syanny. Ia pindah ke Taiwan pada tahun 1998 karena krisis yang sedang terjadi di Indonesia waktu itu. “Ada begitu banyak cobaan pada waktu itu, salah satunya adalah saat orang tua saya meninggal dunia” ujar Claudia.

Dan pada saat tiba di Taiwan, Claudia merasa bahwa negara ini sangat cocok dengannya, ia merasa warga lokal begitu ramah dan suka menolong. Pada saat itu juga saya sedang belajar bahasa Mandarin. Pasalnya pada saat di Indonesia tidak diperbolehkan untuk belajar bahasa tersebut. Untuk mengisi waktu luangnya, saya diminta beberapa sekolah untuk mengajarkan bahasa Inggris kepada anak-anak sekolah dasar.

Pundi-pundi uang pun mulai di dapatkan Claudia, berkat jerih payahnya yang ia lakukan selama ini, pada tahun 2002 ia pun kembali ke Tanah Air tercinta untuk mendirikan sekolah belajar bahasa Mandarin. Metode belajar yang diajarkan oleh Claudia juga tidak serumit cara belajar di Indonesia.

“Kala itu belajar bahasa Mandarin begitu sulit. Anak-anak disuruh untuk menghafal banyak kosakata, lewat pengalaman saya di Taiwan akan memberikan metode yang berbeda ” kata Claudia. Tidak hanya mendirikan sekolah bahasa Mandarin saja, tetapi Claudia juga membangun usaha makanan sehat. Ini dikarenakan banyak orang-orang di Taiwan mengkonsumsi makanan sehat yang membuat Claudia terinspirasi oleh hal tersebut.

“Saya melihat banyak orang Taiwan gemar mengkonsumsi makanan sehat. Untuk itu saya punya kegiatan yang sama yaitu menerapkan dan mengenalkan pola hidup kepada warga Indonesia” ujar Claudia.

Usaha yang dirintisnya pada tahun 2011 ini memiliki nama Marguerite Nougat yakni makanan berbahan dasar kacang. Ternyata kerja keras dan jerih payah Claudia untuk bertahan hidup dan membangun usahanya tidak sia-sia. Lewat usahanya dan produk buatannya, berbagai penghargaan berhasil didapatkan oleh Claudia mulai dari dalam hingga luar negeri.

“Saya ingin WNI yang akan bekerja di Taiwan untuk memulai hidup mandiri dan hemat. Harus ada pundi-pundi uang yang harus mereka kumpulkan demi untuk memulai usaha” ujar Claudia.

Tidak hanya para pembicara saja yang hadir di acara ini, tetapi hadir pula Kepala Perwakilan Kantor Dagang dan Ekonomi Taiwan, John Chen. Pada kesempatan ini John Chen berterima kasih kepada tamu undangan yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Beberapa kisah inspiratif tersebut dapat menjadi sedikit gambaran bahwa masih banyak TKI yang bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang. Semoga artikel ini dapat memberikan inspirasi bagi Anda terutama yang memutuskan untuk bekerja di luar negeri.

 

Another Article

Tips Agar Lebih Cepat Diterima Kerja di Luar Negeri

Setiap orang memiliki mimpi dan keinginan untuk membangun masa depan. Ada yang memilih untuk membuat usaha ...

read more

5 Hal Penting Sebelum Bekerja di Luar Negeri

Banyak penelitian menyatakan bahwa lebih dari 50 persen lulusan SMK dan lulusan perguruan tinggi memiliki ...

read more

 Tahapan untuk Bisa Bekerja di Luar Negeri dengan Dokumen Legal yang Lengkap

Pada zaman sekarang, bekerja di luar negeri terbilang cukup mudah jika dibarengi dengan keinginan dan tekad ...

read more

Mengenal Kebudayaan Sehari-hari di Korea Selatan

Siapa yang tidak kenal dengan Korea Selatan yang terkenal dengan K-Popnya? Korea Selatan merupakan salah satu ...

read more

Kerja di Luar Negeri Tidak Hanya Menjadi Buruh Rumah Tangga, Cek 5 Bidang Menarik yang Bisa Anda Tuju

Banyaknya perusahaan-perusahaan besar dan pesatnya teknologi membuat permintaan akan tenaga kerja ...

read more

Tahapan Mengurus Paspor Secara Online

Pada musim liburan seperti sekarang ini memang sangat cocok diisi dengan kegiatan yang bisa membuat tubuh dan ...

read more

Copyright © 2019 PermataSuksesAbadi.com - All rights reserved